Senin, 18 Februari 2019

Produk Asuransi Investasi Prudential, Murah dan Manfaat Besar

Investasi pada saat ini menjadi sangat penting untuk menunjang finansial Anda pada masa depan. Terkadang investasi tidaklah selalu menguntungkan, misal saham terkadang harganya dapat turun. Untuk meng-cover kerugian tersebut, munculah asuransi yang melindungi investasi. Produk asuransi investasi merupakan produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi. Dengan begitu, Anda tidak hanya mendapatkan manfaat perlindungan asuransi jiwa saja, tetapi juga manfaat keuntungan hasil investasi. Berikut ini produk asuransi investasi dari prudential yang dipilih oleh Anda:

Produk Asuransi Investasi Prudential, Murah dan Manfaat Besar

1. Prulink Syariah Investor Account 
Pada asuransi ini, investasi yang dilakukan hanyalah investasi syariah. Untuk sistem pembayarannya sendiri yaitu dilakukan dengan sistem kontribusi satu kali. Hasil yang didapatkan adalah berupa hasil investasi, Selain itu  juga perlindungan yang komprehensif terhadap risiko kematian atau risiko menderita cacat total dan tetap.

Premi yang harus dibayarkan sebesar Rp12.000.000,00 dengan masa perlindungan hingga 99 tahun. Manfaat yang dapat diperoleh antara lain memberikan santunan meninggal dunia atau cacat total dan tetap sebesar uang pertanggungan ditambah dengan nilai tunai. Selain itu juga dapat memilih jenis investasi yang sessuai dengan profil risiko yang Anda inginkan.

2. Prulink Investor Account
Sistem pembayaran yang dilakukan pada asuransi ini sama dengan asuransi pada poin pertama, yaitu kontribusi satu kali pembayaran. Namun investasi yang dilakukan adalah investasi umum.  Hasil yang didapatkan adalah juga berupa hasil investasi, selain itu juga perlindungan yang komprehensif terhadap risiko kematian atau risiko menderita cacat total dan tetap.

Premi minimum yang harus dibayarkan adalah 1,500.00 USD dengan masa perlindungan hingga 99 tahun. Manfaat yang diperoleh antara lain memberikan santunan meninggal dunia atau cacat total dan tetap sebesar uang pertanggungan ditambah dengan nilai tunai. Selain itu juga dapat memilih jenis investasi yang sessuai dengan profil risiko yang Anda inginkan.

3. Prulink Capital Account
Pemegang polis asuransi ini akan mendapatkan hasil investasi yang disesuaikan dengan profil risiko Anda. Keistimewaan dari produk ini adalah 100% dana Anda langsung diinvestasikan pada tahun pertama.

Premi yang dibayarkan untuk produk ini sebesar Rp40.000.000,00 dengan masa tanggungan hingga usia 99 tahun.Manfaat yang diberikan adalah pemberian perlindungan jiwa meninggal dunia sebesar 100% uang pertanggungan ditambah dengan nilai tunai. Manfaat yang lain adalah pemberian nilai tunai apabila tertanggung hidup sampai akhir masa asuransi.

4. Prulink Assurance Account
Produk asuransi ini merupakan produk asuransi jiwa terkait investasi dengan pembayaran premi secara berkala. Produk ini  dapat memberikan fleksibilitas yang memungkinkan Anda mengubah jumlah pertanggungan dan premi saat dibutuhkan. Bahkan Anda juga dapat menambhkan produk asuransi tambahan seperti rawat inap, kecelakaan atau kondisi kritis.

Premi yang harus dibatyarkan minimal dalah sebesar Rp400.000,00 dengan masa perlindungan hingga usia 99 tahun. Manfaat yang diperoleh dari asuransi ini adalah Anda dapat bisa menggunakan cuti premi dimana Anda diperbolehkan untuk berhenti membayar premi selama jangka waktu tertentu karena alasan yang darurat.

Menggunakan asuransi investasi , selain Anda mendapatkan perlindungan jiwa juga mendapatkan hasil investasi dari premi yang telah disetorkan. Dengan begitu Anda akan mendapatkan 2 manfaat sekaligus.
Baca selengkapnya

Rabu, 06 Februari 2019

Banyak Orang Abai, Berikut Cara Menghitung Pajak yang Benar

Pajak Penghasilan atau yang sering disingkat menjadi PPh, merupakan pajak negara yang dikenakan kepada setiap wajib pajak atas tambahan kemampuan ekonomis atau penghasilan yang diterimanya, baik itu berasal dari Indonesia maupun luar negeri, yang bisa digunakan untuk konsumsi atau menambah kekayaan dari wajib pajak bersangkutan. Lalu siapa saja yang dikenakan? Menurut UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, dijabarkan mengenai subjek pajak yakni orang pribadi, warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan, badan, dan bentuk usaha tetap.

Banyak Orang Abai, Berikut Cara Menghitung Pajak yang Benar

Meskipun begitu, tidak semuanya dikenakan untuk wajib Pajak Penghasilan, seperti yang dijabarkan pada pasal 3 UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, yakni kantor perwakilan negara asing, pejabat perwakilan negara asing, dan organisasi-organisasi perwakilan internasional. Tentunya, pasal 3 tersebut berlaku ketika orang yang bersangkutan atau orang yang menjalankan, bukanlah WNI (Warga Negara Indonesia) serta tidak menjalankan usahanya demi mendapatkan keuntungan atau penghasilan dari Indonesia.

Saat ini, masih banyak orang yang belum mengetahui penghitungan pajak penghasilan yang benar. Hal tersebut dikarenakan masih banyaknya orang yang awam akan pajak. Penghitungan pajak, sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah, yang harus kalian lakukan untuk pertama kali adalah membuat daftar atas penghasilan yang telah dimiliki setiap bulannya.

Setelah itu, mungkin perlu melakukan penghitungan penghasilan tidak kena pajak atau yang sering disingkat dengan PTKP. Lalu apalagi yang perlu dilakukan? Yang kalian perlu lakukan adalah mencari selisih penghasilan kotor dengan PTKP, sehingga proses penghitungan PKP pun bisa dilakukan. Hasil penghitungan PKP telah didapat, maka kalian harus menghitung pajak penghasilannya, yang tentunya dengan beberapa syarat. Bila mendapatkan penghasilan yang kurang dari Rp 50.000.000,00 maka tarif pajaknya yakni 5%. Bila lebih dari itu, biasanya akan dikenakan tarif pajak sekitar 15% sampai dengan 50%. Pajak 15% bila penghasilan bersihnya mencapai Rp 50.000.000, pajak 25% bila penghasilan bersihnya mencapai Rp 250.000.000,00, sedangkan pajak 50% bila penghasilan bersihnya mencapai Rp 500.000.000,00.

Jika sudah bisa melakukan penghitungan pajak, mungkin kalian bisa mendatangi kantor pajak. Meskipun sebenarnya, Direktorat Jenderal Pajak sendiri telah membuat aplikasi yang akan membantu orang untuk membayar pajak secara online. Aplikasi tersebut bernama DJP Online. Sebagai salah satu aplikasi pajak online, aplikasi buatan Dirjen Pajak ini memiliki fungsi yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat atau wajib pajak untuk melakukan lapor SPT Pajak atau pembayaran pajak yang dapat dilakukan secara online.

Selain dibuat oleh Dirjen Pajak, aplikasi ini diawasi langsung oleh Kemenkeu. Sistem pelayanan secara online ini memiliki berbagai fasilitas, seperti e-Filing pajak, e-Billing pajak, dan e-Registration. E-Filling pajak biasanya digunakan wajib pajak untuk menyampaikan SPT tahunan yang dilakukan secara online. Berbeda dengan e-Filing, e-Billing pajak digunakan untuk membuat kode billing pajak yang dilakukan secara online. Tentunya kode billing tersebut digunakan untuk mengganti surat setoran pajak atau yang biasa disebut dengan SSP, setelah memiliki kode billing bisa dilakukan pembayaran melalui ATM, kantor pos, bank terdekat, dan masih banyak lagi.

Berbeda dengan e-Filing dan e-Billing, e-Registration digunakan untuk mendaftarkan NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak yang tentunya juga dilakukan secara online. Jika data yang diisi sudah sesuai, maka kantor pajak akan mengirimkan NPWP ke alamat sesuai data yang telah diisi. Jika ingin menggunakan aplikasi ini, maka kalian perlu memiliki NPWP.

Dengan kemudahan penghitungan maupun pembayaran pajak yang bisa dilakukan secara online, harusnya masyarakat kini sudah paham dan sadar untuk melakukan pembayaran pajak. Mengapa demikian? Karena pajak sebagai penghasilan terbesar dari Negara. Dengan membayar pajak, tentunya secara tidak langsung, kita akan membantu Negara dalam membangun negeri dan membantu orang-orang yang membutuhkan.
Baca selengkapnya