Rabu, 06 Februari 2019

Banyak Orang Abai, Berikut Cara Menghitung Pajak yang Benar

Pajak Penghasilan atau yang sering disingkat menjadi PPh, merupakan pajak negara yang dikenakan kepada setiap wajib pajak atas tambahan kemampuan ekonomis atau penghasilan yang diterimanya, baik itu berasal dari Indonesia maupun luar negeri, yang bisa digunakan untuk konsumsi atau menambah kekayaan dari wajib pajak bersangkutan. Lalu siapa saja yang dikenakan? Menurut UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, dijabarkan mengenai subjek pajak yakni orang pribadi, warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan, badan, dan bentuk usaha tetap.

Banyak Orang Abai, Berikut Cara Menghitung Pajak yang Benar

Meskipun begitu, tidak semuanya dikenakan untuk wajib Pajak Penghasilan, seperti yang dijabarkan pada pasal 3 UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, yakni kantor perwakilan negara asing, pejabat perwakilan negara asing, dan organisasi-organisasi perwakilan internasional. Tentunya, pasal 3 tersebut berlaku ketika orang yang bersangkutan atau orang yang menjalankan, bukanlah WNI (Warga Negara Indonesia) serta tidak menjalankan usahanya demi mendapatkan keuntungan atau penghasilan dari Indonesia.

Saat ini, masih banyak orang yang belum mengetahui penghitungan pajak penghasilan yang benar. Hal tersebut dikarenakan masih banyaknya orang yang awam akan pajak. Penghitungan pajak, sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah, yang harus kalian lakukan untuk pertama kali adalah membuat daftar atas penghasilan yang telah dimiliki setiap bulannya.

Setelah itu, mungkin perlu melakukan penghitungan penghasilan tidak kena pajak atau yang sering disingkat dengan PTKP. Lalu apalagi yang perlu dilakukan? Yang kalian perlu lakukan adalah mencari selisih penghasilan kotor dengan PTKP, sehingga proses penghitungan PKP pun bisa dilakukan. Hasil penghitungan PKP telah didapat, maka kalian harus menghitung pajak penghasilannya, yang tentunya dengan beberapa syarat. Bila mendapatkan penghasilan yang kurang dari Rp 50.000.000,00 maka tarif pajaknya yakni 5%. Bila lebih dari itu, biasanya akan dikenakan tarif pajak sekitar 15% sampai dengan 50%. Pajak 15% bila penghasilan bersihnya mencapai Rp 50.000.000, pajak 25% bila penghasilan bersihnya mencapai Rp 250.000.000,00, sedangkan pajak 50% bila penghasilan bersihnya mencapai Rp 500.000.000,00.

Jika sudah bisa melakukan penghitungan pajak, mungkin kalian bisa mendatangi kantor pajak. Meskipun sebenarnya, Direktorat Jenderal Pajak sendiri telah membuat aplikasi yang akan membantu orang untuk membayar pajak secara online. Aplikasi tersebut bernama DJP Online. Sebagai salah satu aplikasi pajak online, aplikasi buatan Dirjen Pajak ini memiliki fungsi yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat atau wajib pajak untuk melakukan lapor SPT Pajak atau pembayaran pajak yang dapat dilakukan secara online.

Selain dibuat oleh Dirjen Pajak, aplikasi ini diawasi langsung oleh Kemenkeu. Sistem pelayanan secara online ini memiliki berbagai fasilitas, seperti e-Filing pajak, e-Billing pajak, dan e-Registration. E-Filling pajak biasanya digunakan wajib pajak untuk menyampaikan SPT tahunan yang dilakukan secara online. Berbeda dengan e-Filing, e-Billing pajak digunakan untuk membuat kode billing pajak yang dilakukan secara online. Tentunya kode billing tersebut digunakan untuk mengganti surat setoran pajak atau yang biasa disebut dengan SSP, setelah memiliki kode billing bisa dilakukan pembayaran melalui ATM, kantor pos, bank terdekat, dan masih banyak lagi.

Berbeda dengan e-Filing dan e-Billing, e-Registration digunakan untuk mendaftarkan NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak yang tentunya juga dilakukan secara online. Jika data yang diisi sudah sesuai, maka kantor pajak akan mengirimkan NPWP ke alamat sesuai data yang telah diisi. Jika ingin menggunakan aplikasi ini, maka kalian perlu memiliki NPWP.

Dengan kemudahan penghitungan maupun pembayaran pajak yang bisa dilakukan secara online, harusnya masyarakat kini sudah paham dan sadar untuk melakukan pembayaran pajak. Mengapa demikian? Karena pajak sebagai penghasilan terbesar dari Negara. Dengan membayar pajak, tentunya secara tidak langsung, kita akan membantu Negara dalam membangun negeri dan membantu orang-orang yang membutuhkan.

Bagikan

Jangan lewatkan

Banyak Orang Abai, Berikut Cara Menghitung Pajak yang Benar
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.